AC Milan Tumbang 2-3 dari Atalanta di San Siro, Krisis Rossoneri Kian Dalam Goal.my.id - Laga panas Serie A pekan ke-36 menghadirkan duel...
| AC Milan Tumbang 2-3 dari Atalanta di San Siro, Krisis Rossoneri Kian Dalam |
Goal.my.id - Laga panas Serie A pekan ke-36 menghadirkan duel sengit antara AC Milan melawan Atalanta di Stadion Giuseppe Meazza atau San Siro, Milan, Senin dini hari WIB, 11 Mei 2026. Pertandingan yang disaksikan lebih dari 73 ribu penonton itu berakhir dramatis dengan kemenangan Atalanta 3-2 atas tuan rumah.
Kekalahan ini membuat situasi Milan semakin sulit di penghujung musim Eropa. Sementara Atalanta sukses membawa pulang tiga poin penting yang menjaga posisi mereka di papan atas klasemen sepak bola Italia.
Atalanta Langsung Menekan Sejak Awal Pertandingan
Sejak peluit pertama dibunyikan wasit Lorenzo Zufferli, Atalanta tampil agresif dan berani menekan pertahanan AC Milan. Tim tamu tidak membutuhkan waktu lama untuk membuka keunggulan.
Pada menit ketujuh, Ederson sukses mencetak gol pembuka untuk Atalanta. Gelandang asal Brasil itu memanfaatkan kelengahan lini belakang Milan dan membawa tim tamu unggul 1-0 lebih awal. Gol tersebut langsung membuat atmosfer San Siro menjadi tegang karena Milan terlihat kesulitan mengembangkan permainan.
AC Milan sebenarnya mencoba merespons lewat dominasi penguasaan bola. Statistik pertandingan menunjukkan Rossoneri menguasai bola hingga 58 persen. Namun efektivitas serangan menjadi masalah utama karena peluang yang tercipta gagal dimaksimalkan dengan baik.
Atalanta justru tampil lebih efektif dalam menyerang. Mereka mampu memanfaatkan setiap celah yang muncul di pertahanan Milan. Pada menit ke-29, Davide Zappacosta berhasil menggandakan keunggulan Atalanta menjadi 2-0.
Gol kedua itu lahir setelah Nikola Krstovic memberikan assist matang kepada Zappacosta. Bek sayap Atalanta tersebut melepaskan penyelesaian yang gagal dihentikan kiper Milan. Publik San Siro pun semakin terdiam melihat tim kesayangan mereka tertinggal dua gol di kandang sendiri.
Masalah Milan Bertambah Setelah Leao Diganggu Kartu
Tidak hanya tertinggal dua gol, AC Milan juga mendapatkan masalah tambahan pada menit ke-34. Rafael Leao menerima hukuman setelah melakukan pelanggaran tripping. Akibat kartu tersebut, Leao dipastikan harus absen pada pertandingan berikutnya.
Absennya Leao tentu menjadi kerugian besar bagi Milan. Winger asal Portugal itu merupakan salah satu pemain paling penting dalam skema serangan Rossoneri musim ini. Kecepatan dan kreativitasnya sangat dibutuhkan ketika Milan mengalami tekanan.
Sepanjang babak pertama, Milan terus berusaha mencari gol balasan. Mereka melepaskan total 20 tembakan sepanjang pertandingan, tetapi penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat peluang demi peluang gagal menjadi gol.
Di sisi lain, Atalanta bermain sangat disiplin. Mereka mampu menjaga bentuk pertahanan dengan baik sambil sesekali mengancam lewat serangan balik cepat. Hingga turun minum, skor 2-0 untuk keunggulan Atalanta tetap bertahan.
Perubahan Milan di Awal Babak Kedua
Memasuki babak kedua, pelatih AC Milan langsung melakukan perubahan. Christopher Nkunku masuk menggantikan Ruben Loftus-Cheek pada menit ke-46. Pergantian ini bertujuan meningkatkan kreativitas dan daya gedor lini depan Milan.
Namun laga kembali diwarnai masalah cedera. Pada menit ke-48, Atalanta harus menarik keluar Giorgio Scalvini yang mengalami cedera dan digantikan Odilon Kossounou.
Sayangnya, baru beberapa menit berselang, Milan kembali mendapat pukulan. Pada menit ke-51, Giacomo Raspadori sukses mencetak gol ketiga Atalanta setelah menerima assist dari Ederson.
Gol tersebut membuat Atalanta unggul jauh 3-0 di kandang Milan. Raspadori memanfaatkan ruang kosong di area pertahanan Rossoneri sebelum menuntaskan peluang dengan penyelesaian akurat.
Keunggulan tiga gol membuat Atalanta semakin percaya diri. Sementara Milan terlihat frustrasi karena dominasi penguasaan bola tidak mampu menghasilkan efektivitas di depan gawang.
Milan Melakukan Rotasi Besar
Tertinggal tiga gol membuat pelatih Milan melakukan sejumlah pergantian pemain sekaligus pada menit ke-58. Youssouf Fofana masuk menggantikan Rafael Leao, sementara Niclas Fullkrug menggantikan Santiago Gimenez.
Pergantian tersebut membuat Milan bermain lebih menyerang. Fullkrug menjadi target man di depan, sedangkan Nkunku diberi kebebasan bergerak mencari ruang.
Atalanta sendiri tetap bermain tenang dan disiplin. Mereka juga melakukan rotasi pemain untuk menjaga intensitas permainan. Raoul Bellanova masuk menggantikan Davide Zappacosta, sedangkan Mario Pasalic menggantikan Charles De Ketelaere pada menit ke-63.
Pertandingan kemudian berjalan semakin keras. Bek Atalanta, Isak Hien, menerima hukuman karena tindakan tidak sportif pada menit ke-70 dan dipastikan absen pada laga berikutnya.
Gol Pavlovic Bangkitkan Harapan Rossoneri
Saat pertandingan memasuki menit-menit akhir, AC Milan akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan. Pada menit ke-88, Strahinja Pavlovic mencetak gol setelah menerima umpan dari Samuele Ricci.
Gol tersebut membangkitkan semangat Milan dan membuat pertandingan kembali hidup. Para pendukung tuan rumah mulai memberikan dukungan penuh karena melihat peluang kebangkitan masih terbuka.
Namun laga semakin panas setelah beberapa pemain menerima hukuman akibat tindakan tidak sportif. Pervis Estupinan mendapat kartu pada menit ke-89 dan Alexis Saelemaekers juga menerima hukuman serupa pada menit ke-90.
Ketegangan pertandingan semakin meningkat ketika Milan memperoleh hadiah penalti pada masa injury time. Christopher Nkunku yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik pada menit ke-90+4.
Gol penalti tersebut membuat skor berubah menjadi 3-2 dan memberikan harapan bagi Milan untuk menyamakan kedudukan di sisa waktu pertandingan.
Atalanta Bertahan Hingga Akhir
Setelah gol penalti Nkunku, pertandingan berjalan sangat emosional. Nikola Krstovic menerima kartu akibat tindakan tidak sportif pada menit ke-90+5, sedangkan Raoul Bellanova mendapat hukuman roughing satu menit kemudian.
Meski mendapat tekanan besar dari Milan di akhir laga, Atalanta berhasil mempertahankan keunggulan mereka hingga peluit panjang dibunyikan. Skor akhir 3-2 memastikan tiga poin penting dibawa pulang oleh tim tamu dari San Siro.
Statistik Pertandingan Menunjukkan Dominasi Milan
Jika melihat statistik, AC Milan sebenarnya tampil cukup dominan dalam penguasaan permainan. Rossoneri mencatatkan expected goals atau xG sebesar 2,21 dibanding Atalanta yang hanya memiliki xG 1,38.
Milan juga unggul dalam penguasaan bola dengan 58 persen berbanding 42 persen milik Atalanta. Selain itu, Milan melepaskan total 20 tembakan sepanjang laga, sedangkan Atalanta hanya memiliki sembilan percobaan.
Meski demikian, efektivitas menjadi pembeda utama dalam pertandingan ini. Atalanta mampu memaksimalkan peluang yang mereka miliki menjadi tiga gol penting.
AC Milan juga mencatatkan 23 sentuhan di kotak penalti lawan, sedikit lebih unggul dibanding Atalanta yang memiliki 22 sentuhan. Namun lagi-lagi penyelesaian akhir menjadi masalah utama Rossoneri.
San Siro Jadi Sorotan Setelah Kekalahan Milan
Kekalahan ini membuat San Siro kembali menjadi sorotan. Stadion yang memiliki kapasitas 80.018 penonton itu dipenuhi 73.498 suporter yang berharap Milan mampu meraih kemenangan penting.
Namun yang terjadi justru sebaliknya. Rossoneri kembali menunjukkan inkonsistensi yang sepanjang musim menjadi masalah besar mereka.
Tekanan terhadap pelatih dan para pemain dipastikan semakin besar setelah hasil negatif ini. Apalagi musim Serie A kini memasuki fase penentuan, di mana setiap poin sangat penting dalam perebutan posisi klasemen akhir.
Atalanta Tunjukkan Mental Tim Besar
Di sisi lain, kemenangan ini memperlihatkan mental kuat Atalanta sebagai salah satu tim papan atas Italia musim ini. Bermain di kandang lawan dengan atmosfer besar tidak membuat mereka gugup.
Atalanta justru tampil sangat efektif dan disiplin sepanjang pertandingan. Ederson menjadi salah satu pemain terbaik dalam laga ini setelah mencetak satu gol dan satu assist.
Selain itu, kontribusi pemain seperti Davide Zappacosta dan Giacomo Raspadori juga sangat penting dalam memastikan kemenangan tim tamu.
Pelatih Atalanta tentu pantas puas dengan performa anak asuhnya. Mereka mampu menunjukkan organisasi permainan yang baik, disiplin bertahan, dan efektif ketika mendapatkan peluang.
Nkunku Jadi Titik Terang bagi Milan
Meski kalah, AC Milan tetap mendapatkan sedikit hal positif dari penampilan Christopher Nkunku. Pemain yang masuk di babak kedua itu mampu memberikan dampak instan dengan mencetak dua gol.
Gol pertama Nkunku lahir dari titik penalti pada masa injury time, sementara kontribusinya sepanjang babak kedua membuat serangan Milan terlihat lebih hidup.
Penampilan tersebut bisa menjadi modal penting bagi Milan untuk menghadapi pertandingan berikutnya, terutama karena Rafael Leao dipastikan absen akibat hukuman kartu.
Persaingan Serie A Semakin Ketat
Hasil pertandingan ini membuat persaingan papan atas Serie A semakin menarik menjelang akhir musim. Atalanta berhasil menjaga momentum positif mereka, sedangkan Milan harus segera bangkit jika tidak ingin kehilangan target musim ini.
Dengan hanya menyisakan beberapa pertandingan, setiap hasil kini memiliki dampak besar terhadap posisi klasemen. Klub-klub papan atas Italia terus bersaing ketat demi mengamankan tiket kompetisi Eropa musim depan.
Bagi AC Milan, kekalahan di San Siro ini menjadi alarm serius bahwa mereka harus segera memperbaiki konsistensi permainan. Sementara Atalanta semakin memperlihatkan kualitas mereka sebagai salah satu kekuatan utama dalam sepak bola Italia saat ini.
No comments